12 October 2016

Berlalu Tanpa Banyak Yang Tau


Selamat datang, Muharam! 

Pengawal terbaik dalam tahun hijriyah. Hulu bulan yang kaya keutamaan. Sayang, ia berlalu  tanpa banyak yang tau. Selain Ramadhan, Allah ciptakan Muharam dengan segala keutamaannya yang Allah berfirman karenanya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan secara berurutan adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajabnya Mudhor yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhori: 2958)

Pada semua bulan, kemudian dikhususkan pada 4 bulan haram, Allah telah menjadikannya sebagai bulan haram, mengagungkan kehormatannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan tersebut lebih berat, demikian juga amal sholih dan pahala menjadi lebih berlipat.

Kau berlalu tanpa banyak yang tau. Kalau amalan dilipatgandakan, dosa pun demikian.

Imam Qatadah berkata, “Sungguh kedzaliman yang dilakukan pada bulan haram merupakan seberat-beratnya kesalahan dari pada bulan-bulan lainnya. Meskipun kedzaliman apapun termasuk kesalahan berat, akan tetapi Allah mengagungkan (memberatkan) apapun yang Dia kehendaki.” (Mulakhos Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah, tafsir dari surat At Taubah: 36).

Kau berlalu tanpa banyak yang tau. "Tadi malam ada apa ya rame-rame banyak pawai obor." Bahkan sudah nampak jelas pun masih juga tidak ada yang ngeh. Kau berlalu begitu saja.

“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Yang menarik adalah mengapa kita dilarang berbuat dzalim pada diri sendiri? Rasanya kita gak mungkin menganiaya diri sendiri, bukan? Kalau mendzalimi orang lain, mungkin sadar atau tidak sadar pernah melakukannya.

Dzalim terhadap diri sendiri menurut KH. Abdullah Gymnastiar biasanya berbentuk hal-hal yang jarang kita sadari. Misalnya senang ketika dipuji, bermalas-malasan mendatangi majelis ilmu, tidak senang ketika mendapat nasehat, merasa diri lebih baik, membiarkan diri jauh dari ketaatan.

Dzalim terhadap ruhiyah seperti ini amat jarang disadari. Ketika kita tidak lagi semangat mendengar panggilan adzan, ketika hati kita tidak lagi bergetar ketika mendengar ayat Allah dinistakan, ketika kita tidak lagi bersegera dan menunda-nunda berbuat kebaikan.

Atau ketika kita sudah mengetahui keutamaan shaum di bulan Muharam, kita masih juga malas melaksanakannya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah pada bulan Allah yang bernama Muharram." (HR. Muslim: 1982).

Sungguh, hukuman terberat dalam hidup adalah ketika kita dikaruniakan waktu dan kesempatan tapi tidak merasakan kenikmatan dalam berbuat ketaatan. Mumpung belum berlalu, ada baiknya maksimalkan waktu. Semoga Allah mengampuni segala keangkuhan dan kelalaian saya.

--
Notes:
Senin, 9 Muharrom (10 Oktober) puasa Tasu'a
Selasa, 10 Muharrom (11 Oktober) Puasa 'Asyuro
Rabu, 11 Muharrom (12 Oktober) Puasa ba'da 'Asyuro
Kamis, 12 Muharrom (13 Oktober) Puasa Sunnah Kamis (hari diangkat/dilaporkannya amalan)
Jum'at, 13 Muharrom (14 Oktober) Puasa Ayyamul Bidh
Sabtu, 14 Muharrom (15 Oktober) Puasa Ayyamul Bidh
Ahad, 15 Muharrom (16 Oktober) Puasa Ayyamul Bidh
Senin, 16 Muharrom (17 Oktober) Puasa Sunnah Senin (diangkatnya/dilaporkannya amalan)

1 comment: