30 September 2016

Pesan Singkat


Hari ini saya mendadak melow, bukan karena diluar sana hujan tidak reda sejak pagi. Tapi karena sebuah pesan singkat dari orang yang sangat berarti dalam hidup saya. Sebuah kalimat pertanyaan sederhana yang hampir setiap hari saya terima.

Katanya, yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada. Katanya, sedekat apapun hubungan kita dengan sahabat, se-intens apapun komunikasi kita dengan sahabat, seakrab apapun foto-foto yang kita pajang dengan sahabat, tetap keluarga yang selalu ada. Especially, orangtua.

Ada yang dengan mudah mengutarakan perasaan sayang ke sahabat, tapi tidak ke orangtua. Ada yang dengan bangga menunjukan foto-foto kebersamaannya dengan sahabat, tapi tidak dengan orangtua. Ada yang dengan mudah mengantar kemana pun sahabatnya pergi, tapi tidak untuk orangtua.

Sahabat memang istimewa, apalagi mereka yang selalu membuat kita semakin dekat dengan Allah. Tapi kita seringkali lupa, ada orangtua yang seharusnya kita simpan di posisi lebih dulu. Jika mencintai sahabat karena Allah berpahala, maka mencintai orangtua karena Allah akan lebih dari itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Hibban (2026), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]

Dalam hadis lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Alasan apalagi yang membuat kita malu mengutarakan perasaan sayang kepada ibu atau ayah? Diantara kita pasti ada yang malu untuk melakukannya. Katakanlah, meski matamu tak tahan membendung air mata. Katakanlah, meski jiwa dan bibirmu bergetar. Percayalah, itu membuat mereka bahagia.

Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan dalam Quran surat Al-Isra ayat 23 yang artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Saya adalah tipe orang yang mudah terenyuh kalau sudah membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orangtua. Hingga detik menulis kalimat ini pun, mata saya berkaca-kaca tak tahan membendung air mata.

Jadi, pesan singkat apa yang membuat saya melow hari ini?

“Teh, jangan lupa makan siang. Disini hujan gede, di kantor hujan gak? Nanti pulang jam berapa?” –My beloved mom.

Adalah mama, orang yang selalu mengirimkan pesan singkat itu setiap hari. Orang yang selalu khawatir kalau anaknya belum makan siang. Orang yang selalu khawatir kalau tiba waktu adzan maghrib anaknya belum tiba di rumah.

Walau hanya sebuah kalimat pertanyaan sederhana, bagi saya itu adalah pesan cinta.

2 comments: