25 February 2016

Resensi Novel Ayat-Ayat Cinta 2: Cinta, Perjuangan, dan Pemikiran Besar


Judul : Ayat-Ayat Cinta 2
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika Penerbit (PT Pustaka Abdi Bangsa)
ISBN : 978-602-0822-15-0
Tebal Buku : 698 Halaman

Diawali dengan setting Kota Edinburgh menjelang musim semi. Fahri tinggal bersama Paman Hulusi, seorang laki-laki berkebangsaan Turki yang pernah ditolongnya. Ia tinggal di kawasan Stoneyhill Grove, sebuah komplek yang hanya terdiri dari beberapa rumah saja. Disana Fahri hidup bertetangga dengan orang-orang yang berbeda akidah dan latar belakang. Kehidupan Fahri ditengah pragmatisnya Eropa sungguh tidak mudah.

Fahri melalui hari-hari di Edinburgh tanpa Aisha. Dalam Ayat-Ayat Cinta 2 diceritakan bahwa Aisha menghilang sesaat setelah kepergiannya ke Palestina bersama Alicia, seorang wartawan yang juga sahabatnya. Bulan Januari 2008 Fahri mendapat kabar bahwa Alicia ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Hal itu lantas membuat Fahri beranggapan bahwa istrinya mungkin saja memiliki nasib yang sama. Ia hanya bisa menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah dan terus mendo'akan Aisha.

Kehidupan Fahri di Stoneyhill Grove penuh dengan 'kejutan' yang tidak jarang menguji keimanannya sebagai seorang muslim. Pertama, Nenek Catarina. Seorang wanita Yahudi paruh baya yang hidup seorang diri. Awalnya Nenek Catarina tidak menyukai Fahri karena sempat terpengaruh oleh orang-orang di Sinagog yang menganggap Fahri adalah amalek. Seiring berjalannya waktu, kebaikan-kebaikan yang dilakukan Fahri membuat Nenek Catarina menjadi begitu menyayanginya. Bahkan di akhir hidupnya, Nenek Catarina masih menyebut-nyebut nama Fahri. Kedua, Nona Janet, Keira, dan Jason. Keluarga broken home ini hilir mudik masuk kedalam kehidupan Fahri. Keira begitu benci terhadap muslim semenjak peristiwa kematian Ayahnya. Begitupun dengan Jason, adik Keira yang ikut-ikutan membenci Fahri. Keira berkali-kali melampiaskan kebenciannya kepada Fahri -karena ia seorang Muslim- melalui corat-coret di kaca mobilnya dan hinaan yang tidak pantas. Tapi itu semua tidak membuat Fahri gentar, Fahri tetap berlaku ramah terhadap tetangganya itu. Justeru hinaan yang ditujukan kepadanya menjadi cambukan bagi Fahri untuk menunjukan wajah keindahan Islam. Bahkan Fahri mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membantu Keira dan Jason dalam meraih cita-cita mereka. Keira diberi pelatih biola terkemuka sekelas Madam Varenka dan Jason dibiayai untuk melanjutkan sekolah sepak bola.

Disisi lain, Fahri juga menyelamatkan hidup seorang pengemis bercadar dan berwajah buruk bernama Sabina. Sabina yang tidak jelas asal usulnya masuk dalam kehidupan Fahri lalu tinggal bersamanya di Stoneyhill Grove. Sabina banyak menyimpan rahasia dan teka-teki dalam kehidupan Fahri dan Paman Hulusi. Fahri juga menolong Misbah, sahabatnya ketika di Mesir dahulu yang tidak sengaja bertemu di Edinburgh. Bahkan Fahri membantu membiayai studi Misbah hingga selesai.

Sementara itu, dalam dunia bisnis bisa dibilang Fahri memiliki prestasi yang gemilang. Bisnis milik keluarga Aisha itu semakin maju ditangan Fahri. Butik dan supermarketnya selalu menghasilkan keuntungan, bahkan usahanya itu terus berkembang dengan menambah cabang di beberapa kota.

Apalagi dalam dunia akademik sudah tidak diragukan lagi, Fahri menyelesaikan S1 dan S2 di Al Azhar University of Cairo dan S3 di Freiburg University of Jerman. Pakar Filologi dan Studi Islam ini mengisi hari-harinya sebagai pengajar di University of Edinburgh, menulis jurnal di beberapa situs internasional, dan mengajar Al-Quran dan Ilmu Qiroat di Mesjid Edinburgh dan London. Pernah juga berkesempatan untuk menjadi pembicara di dua acara debat kelas internasional. Debat yang pertama, Fahri menjelaskan tentang konsep amalek dan mengangkat isu Palestina dan Israel. Debat yang kedua, Fahri menjelaskan tentang konsep agama yang sangat jelas dan gamblang.

Lalu bagaimana dengan kisah cinta Fahri? Ternyata kisah cintanya tidak semulus bisnis dan prestasi akademiknya. Fahri merasakan kesedihan dan kerinduan yang mendalam tanpa Aisha disisnya. Berbagai cara telah ditempuh untuk menemukan Aisha, namun tak kunjung memperoleh kabar baik. Sepanjang perjalanan pencarian dan kerinduannya terhadap Aisha, tak jarang Fahri mendapatkan tawaran untuk menikah kembali. Syaikh Utsman -gurunya ketika di Mesir- pernah memintanya menikahi cucunya, namun karena satu dan lain hal Fahri tidak jadi menikah dengan cucu Syaikh Utsman. Lalu Tuan Taher menginginkan anak perempuannya, Heba, menikah dengan Fahri. Begitu juga keluarga besar Aisha yang mendesak Fahri untuk segera menikah lagi. Tahun berganti tahun Fahri mencoba untuk mengikhlaskan Aisha. Hingga akhirnya Fahri menikah dengan Hulya, sepupu Aisha. Tidak mudah menggeser posisi Aisha dihati Fahri awalnya, namun kesungguhan Hulya membuat Fahri bisa mencintai Hulya bahkan memiliki anak darinya.

Sampai pada empat bab terakhir, banyak pertanyaan yang memenuhi isi kepala saya. Pertama, mengapa tokoh Aisha tidak muncul juga? Bagaimana dengan nasibnya setelah hilang di Palestina? Padahal di Ayat-Ayat Cinta 1 Aisha adalah tokoh paling central selain Fahri dan Maria. Apakah akan ada Ayat-Ayat Cinta 3 untuk menceritakan Aisha? Kedua, bagaimana respon Keira dan Nona Janet ketika mengetahui orang dermawan yang membantunya selama ini adalah Fahri, tetangga Muslim yang amat dibencinya itu? Ketiga, siapa sebenarnya Sabina? Mengapa dari awal Sabina selalu menyembunyikan identitasnya? Pada akhirnya, setelah selesai membaca novel Ayat-Ayat Cinta 2, saya mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang sempat memenuhi isi kepala saya.

--

Sudut Pandang dan Setting Tempat
Kalau sebelumnya di Ayat-Ayat Cinta 1 menggunakan sudut pandang orang pertama, di Ayat-Ayat Cinta 2, Kang Abik menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sementara, untuk setting tempat Ayat-Ayat Cinta 2 sebagian besar adalah di Kota Edinburgh. Menurut saya, penggambaran Edinburgh belum cukup mewakili keindahan kota tersebut. Namun saya cukup bisa membayangkan dan merasakan bagaimana wajah Birtania Raya itu.

--

Hikmah dan pelajaran yang saya dapatkan setelah membaca Ayat-Ayat Cinta 2 adalah :

1 | Berlaku baik kepada setiap orang, tidak memandang apa agamanya, bagaimana latar belakangnya, dan seperti apa kita diperlakukan
Fahri benar-benar menunjukan wajah Islam yang penuh dengan keindahan dan kedamaian, mengajarkan tentang bagimana seharusnya seorang muslim bersikap. Salah satunya tercermin dalam bagian berikut:
Jason memasang muka tidak suka, bibirnya memberikan isyarat pada Fahri tanpa suara: Fuck you! Fahri kaget. Ia tetap membalas dengan senyum dan beristighfar didalam hati."Hoca terlalu sabar!""Sudahlah, Paman, kebencian jangan kita balas dengan kebencian. Ayo masuk, siapkan teh panas dan sarapan, sementara saya ngeprint kerjaan saya."(AAC2 Hlm. 34) 
Sebuah keshabaran yang jarang dimiliki oleh manusia masa kini. Penghinaan seperti itu wajar saja jika membuatnya marah, tapi itu tidak dilakukan oleh Fahri. Dalam bagian yang lain:
"Nenek Catarina sejak siang belum makan. Perutnya sampai sakit. Ia tidak bisa keluar ke minimarket karena kakinya sakit. Kita berarti membiarkan tetangga kita perutnya sakit karena lapar, sementara kita tidur kenyang. Itu sebuah dosa sosial. Nabi Muhammad saw sangat tidak menyukainya." (AAC2 Hlm. 137)
Walaupun Nenek Catarina seorang Yahudi, namun Fahri masih sudi menolongnya. Bagaimana dengan kita? Fahri adalah Ahlul Quran, ruh Quran mengeram dalam dada dan jiwanya, selain kuat hafalan dan paham maknanya, ia benar-benar mengamalkan isi Quran dan hadis dalam kehidupan sehari-hari.

2 | Sesibuk apapun urusan kita di dunia, jangan pernah lalaikan kewajiban kita kepada Allah
Fahri tidak pernah lepas berdzikir, murojaah hafalan Quran, sholat berjamaah di Mesjid, sholat tahajud, dan amalan kebaikan lain. Meski disibukan dengan segudang aktivitas seperti mengajar di kampus, mengurus bisnis, mengisi kajian, menulis jurnal, membantu menyelesaikan persoalan orang lain, Fahri tetap istiqomah dalam beribadah. Ah, saya benar-benar tertampar oleh akhlak Fahri ini. Saya masih suka beralasan. Seharusnya saya yakin kalau kita mendahulukan urusan Allah, urusan akhirat, dunia pasti akan mengikuti.

3 | Muslim itu harus kaya
Seperti yang Fahri lakukan untuk menolong tetangganya dalam bagian berikut ini:
Ya, tiga puluh lima ribu poundsterling itu tidak sedikit. Ia tidak mengharap apa-apa dari yang ia keluarkan. Ia tidak mengharap pujian. Ia tidak mengharap Keira dan keluarganya simpati dan suka padanya. Bukan hal remeh-temeh seperti itu yang ia harapkan. Ia hanya mengharapkan bahwa Allah kelak tersenyum padanya. Itu saja. (AAC2 Hlm. 246)
Darisini kita belajar sebuah keyakinan, tidak akan berkurang harta sebab membantu orang lain. Selama yang kita harapkan hanya keridhoan-Nya. Muslim itu harus kaya; kaya hati dan kaya harta. Harta memang bukan segalanya, tapi harta yang dinafkahkan di jalan Allah akan membuka pintu keberkahan.

4 | Tentang investasi akhirat
Salah satu hikmah yang terselip menurut saya adalah tentang bagaimana kita setelah meninggal. Jejak apa yang telah kita ukir semasa hidup? Aisha -setelah dianggap telah tiada- meninggalkan kebaikan yang luar biasa, keindahan akhlaknya selalu terkenang oleh Fahri dan orang-orang disekitarnya. Bahkan Fahri berkali-kali berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi amal kebaikan untuk Aisha. Apa yang kita lakukan didunia semata-mata hanyalah untuk investasi di akhirat kelak. Kenikmatan di dunia hanya titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

5 | Ilmu fiqih dan masalah kontemporer
Ayat-Ayat Cinta 2 dibumbui oleh ilmu fiqih dan masalah kontemporer yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja tentang bagaimana hukum memperlakukan tetangga muslim dan non-muslim, bagaimana pandangan menggunakan alat musik, dan bagaimana hukum operasi plastik dan pita suara di zaman berteknologi canggih seperti sekarang. Semuanya dijawab dengan pendekatan yang baik dan dalil yang menyertai.

6 | Pentingnya mempelajari sejarah
Tidak seperti Api Tauhid yang mengulas sejarah di seluruh bagian ceritanya, Kang Abik selalu menanamkan pentingnya mempelajari sejarah agar kita bisa mengambil hikmah dan memperbaiki masa depan. Salah satu cuplikan sejarah yang dikemas menarik seperti bagian ini:
"Sejarahnya teh Twinings bisa bertahan ratusan tahun itu yang luar biasa. Setiap kali saya menyeruput teh ini, jujur saya belajar bagaimana sebuah merek bisa bertahan selama ini. Imperium Bani Umayyah di Damaskus saja hanya bertahan 90 tahun, Bah. Ini imperium Teh Twinings dari tahun 1706 sampai sekarang masih bertahan. Kini Twinings telah memiliki cabang pemasaran di lebih dari 100 negara. Twinings ini sedikit dari perusahaan kelas dunia yang bertahan ratusan tahun. Begitu, Bah." (AAC2 Hal. 161)

7 | Romantisme suami istri yang saling mencintai karena Allah
Romantisme kehidupan suami istri dikemas sangat apik oleh sentuhan tangan Kang Abik. Bagaimana seharusnya seorang suami memperlakukan istri, atau sebaliknya. Semuanya tidak luput untuk beribadah kepada Allah.

8 | Apresiasi pemerintah untuk orang-orang pintar
Kang Abik memberikan sebuah fakta tentang bagaimana pemerintah menempatkan orang-orang pintar di Negerinya sendiri. Hal tersebut tersirat dalam bagian berikut:
"Jujur saya katakan, negara kita Indonesia tercinta adalah negara yang belum jadi. Al Mukarram Gus Mus menyebutnya sebagai 'Negeri Haha Hihi'. Di youtube bisa kau lihat puisi Gus Mus berjudul ' Negara Haha Hihi' itu. Saya khawatir Indonesia belum bisa menghargai cendekiawan muda terkemuka yang disini sangat diperhitungkan sepertimu. kau tahu kan, aku dulu pulang dengan membawa gelar doktor ushul fiqh dari Cairo University. Pulang ke Indonesia, aku harus memulai hidup dengan menjadi tukang ketik di kampus tempatku mengajar sekarang. Serius, tukang ketik bagian kemahasiswaan. Padahal aku punya SK sebagai pengajar pascasarjana. Tapi aku tidak diberi meja dan kursi sebagai dosen, dan tidak diberi jam mengajar di pasca sarjana. Setelah lama melakukan perjuangan keras, barulah aku mendapatkan hak-hakku. Perjuangan itu mau tak mau disertai setengah mengemis. Pada saat yang sama, aku ditawari mengajar di Brunei dengan segala fasilitasnya. kalau aku tidak mengingat punya amanah tanah wakaf almarhum ayah istri, mungkin aku memilih mengajar di Brunei. Bukan hanya aku yang mengalami hal seperti itu. Yang lebih tragis banyak..." (AAC Hlm. 529)
-- 

Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum MUI dalam cover Ayat-Ayat Cinta 2, bahwa ini bukan sekedar novel tapi sebuah cita-cita dan pemikiran besar. Sebagai pembaca dan penikmat karya Kang Abik saya ingin menyampaikan sedikit harapan dan saran. Pertama, menurut saya ada beberapa bagian cerita yang terkesan terburu-buru. Kedua, saya menantikan sesuatu yang berkaitan dengan Maria, yang menjadi tokoh cukup central dalam Ayat-Ayat Cinta 1. Dalam Ayat-Ayat Cinta 2 Maria hanya menjadi bumbu pelengkap di bab pertama. Ketiga, saya masih mencari sosok nyata seorang Fahri Abdullah yang memiliki akhlak almost perfect sebagai manusia. Saya masih saja bertanya, 'Adakah orang seperti Fahri di zaman seperti sekarang ini?' Meskipun Kang Abik pernah mengatakan kalau ada banyak yang mirip bahkan lebih baik dari Fahri di dunia ini.

Pada akhirnya, salam hormat dan apresiasi saya untuk Kang Abik atas karya-karya pembangun jiwa. Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah kalimat yang pernah dikatakan oleh Nouman Ali Khan, yang menurut saya mewakili segelintir pesan dalam Ayat-Ayat Cinta 2.

"Islam is not about we're better than you. Islam is about, let us show you something, that is better for you."



16 comments:

  1. Sampai sekarang saya juga masih bertanya-tanya, ada ya manusia se-sempurna Fahri? Novel Kang Abik ini selalu bagus dan menyadarkan. Btw, saya belum namatin novelnya loh Mbak, habis tebel banget sih hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya hampir setiap pembaca punya pertanyaan sama dgn sosok Fahri ya. Semangat nyelesain novelnya Mbak :D

      Delete
  2. Kata temenku novelnya tuebel banget ya Mbak. Pengen baca. Mbak Tia ngeresensinya komplit sekali. Thanks yaaa, aku jadi tau nih novel bercerita tentang apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lumayan Sof 698 halaman. Seru kok jadi meskipun tebel gak kerasa bacanya :)

      Delete
  3. waduhhh udah keluar seri keduanya, ini suamiku mesti langsung beli nih, nanti mau baca ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak udah dari beberapa bulan lalu terbitnya :)

      Delete
  4. Terlalu muluk kalau ada Fahri seperti itu di dunia ini. Xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga Mak, tapi kata Kang Abik beneran ada. Cuma mungkin kita belum pernah nemu aja ya hihi.

      Delete
  5. mbaaa Tiaaa, aq belom baca nih yg kedua, jd makin penasaran baca novelnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo baca Mbak Desi, seru loh :) Seru karena kita dapet pelajaran yang keren banget dari novel ini

      Delete
    2. @tia yusnita
      Aaamiinnn, semoga cepet masuk kelayar lebar ya? Semoga2 tahun depan.😊😊😊😊

      Delete
  6. Jadi penasaran kalau difilmkan akan seperti apa ya teh? hehe atau sudah ada filmnya? hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama penasaran Sep :D Belum ada, semoga nanti di film kan kayak AAC1 ya

      Delete
  7. Ayat ayat cinta 2 lebih mengambarkan Detil tentang banyak pemikiran Fahri, dan bagaimana sifat-sifat muslim yang seharusnya. Benar kata ketua MUI, ini bukan hanya sebuah novel tetapi sebuah pemikiran kedepan bangsa indonesia kedepan. Ga hanya cukup di baca sekali tetapi berulang ulang kali agar lebih memahami apa saja yang ingin di sampai kang Kang Abik dlm novel ini. Semoga banyak orng yg terinspirasi dgn membaca novel ini. "(Islam bukan kita lebih baik dari mereka ttpi islam adalah menunjukkan sesuatu yg lebih baik dari mereka, bahwa islam adalah sebuah keindahan)

    ReplyDelete
  8. Ayat ayat cinta 2 lebih mengambarkan Detil tentang banyak pemikiran Fahri, dan bagaimana sifat-sifat muslim yang seharusnya. Benar kata ketua MUI, ini bukan hanya sebuah novel tetapi sebuah pemikiran kedepan bangsa indonesia kedepan. Ga hanya cukup di baca sekali tetapi berulang ulang kali agar lebih memahami apa saja yang ingin di sampai kang Kang Abik dlm novel ini. Semoga banyak orng yg terinspirasi dgn membaca novel ini. "(Islam bukan kita lebih baik dari mereka ttpi islam adalah menunjukkan sesuatu yg lebih baik dari mereka, bahwa islam adalah sebuah keindahan)

    ReplyDelete
  9. Maaf apa ada link download ebook format pdf nya nggak??

    ReplyDelete