29 February 2016

Perisai Muslimah Masa Kini


Source : Instagram @mualliiime
Sebetulnya ingin share tulisan ini dari zaman kapan, tapi karena catatannya hilang dan terselip entah dimana jadi di pending dulu *alasan. Akhirnya tadi waktu lagi beres-beres buku ditemukanlah selembar kertas yang ternyata catatan yang selama ini aku cari-cari. Loh kok jadi curhat?! Jadi sebetulnya mau share apa? Share materi acara Malam Muhasabah Muslimah (M2M) Edisi Bulan Februari yang bertajuk "Jomblo Sampai Halal". Menarik gak tuh? Menarik buat para jomblo, buat yang sudah menikah sih biasa aja kayaknya hihi.

Entah karena tema yang menarik, entah karena pemateri yang menarik, entah karena para jomblo Bandung lagi gak punya acara malam mingguan *eh. Yang jelas acara M2M kali ini penuuuuuh banget gak seperti M2M pada bulan-bulan sebelumnya. Jumlah pesertanya menyamai jamaah kajian Ma'rifatullah yang rutin diselenggarakan di Masjid Daarut Tauhiid setiap malam jum'at. Pemateri M2M kali ini adalah Ustadz Hanan Attaki. Ya, siapa yang gak kenal beliau? Da'i muda hafidz Quran yang murotalnya diputer dimana-mana ini punya style dan gaya bicara yang khas. Lembut, kekinian, tapi tetep jleeeb.

Ustadz Hanan mengawali tausyiah dengan membaca QS. Al-Qashash ayat 22-27, setelah itu membacakan terjemahnya. Saat menyimak terjemahnya, ayat ini berkisah tentang Nabi Musa as yang tiba di sumber air Negeri Madyan, tempat orang-orang memberi minum ternak. Awalnya aku berpikir, apa hubungannya "Jomblo Sampai Halal" dengan kisah Nabi Musa ini? Aku rasa pertanyaanku memenuhi isi kepala muslimah lainnya juga, kecuali bagi yang sudah belajar tafsirnya. Lalu Ustadz Hanan meneruskan, "Allah sedang mengisahkan wanita shalihah lain selain Maryam di dalam Al-Quran." Lalu kami diajak menyelami kisah dalam QS. Al-Qashash ini, yang didalamnya terdapat kisah seorang wanita shalihah yang tidak lain adalah calon istri Nabi Musa as.
"Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdo'a: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash : 23-24)
Kalau dijelaskan menggunakan redaksi sehari-hari kira-kira seperti ini cerita ayat diatas. Pada saat itu Nabi Musa as melihat dua orang perempuan yang terlihat kebingungan berada dibelakang pengembala-pengembala yang sedang memberi minum ternak, yang semuanya adalah laki-laki. Dua orang perempuan itu tidak mau berdesak-desakan dengan laki-laki (ketika memberi minum ternak) sehingga mereka memutuskan untuk berdiam sejenak menunggu pengembala-pengembala itu memulangkan ternaknya, menunggu sampai sudah tidak ada laki-laki disana. Melihat itu Nabi Musa as membantu membawakan air untuk kedua perempuan tersebut sehingga mereka tidak perlu berdesak-desakan. 

Kemudian Ustadz Hanan meneruskan, beberapa ulama menjelaskan perempuan yang berdesak-desakan diantara laki-laki dengan alasan yang tidak syari' termasuk kepada tabarrujal jahiliyah. Jadi, makna tabarruj tersebut bukan hanya tentang berdandan secara berlebihan. Melainkan ketika seorang wanita berdesak-desakan diantara laki-laki dengan alasan yang tidak syar'i termasuk kepada tabarruj. Darisni kita belajar tentang bagaimana seorang muslimah menjaga dirinya, menahan diri untuk tidak masuk kedalam kerumunan gembala-gembala itu. Padahal kalau mau cepat, dua orang wanita itu bisa saja berada disana. Lagipula mereka tidak sedang berada di tempat aneh-aneh kan? Hanya di sumber air untuk memberi minum hewan ternak. Kalaupun terjadi sesuatu mereka bisa teriak bukan? Ah tidak, tapi dua orang perempuan itu tidak mau melakukannya. Mereka lebih memilih bershabar, mempertahankan prinsipnya untuk tidak 'berdesak-desakan' ditengah laki-laki yang bukan mahrom. Hingga buah keshabaran mereka terbayar oleh pertolongan Allah swt melalui Nabi Musa as. Allahu wa basyiri shabiriin.. Ishbiru washabiru warabithu..

Shabar adalah kunci menjadi wanita shalihah. Shabar berarti juga menahan diri. Shabar menjadi kekuatan Maryam sehingga namanya diabadikan dalam Al-Quran. Shabar juga seharusnya menjadi perisai untuk para muslimah yang hidup di masa kini. Begitu banyak hal yang harus dilalui muslimah, dengan keshabaran, seperti:

- Shabar, menahan diri untuk gak pergi ke mall atau nongkrong-nongkrong di cafe, dan lebih memilih untuk datang ke kajian-kajian ilmu.
- Shabar, menahan diri untuk gak pacaran sebelum menikah, sementara kalian pasti pernah terbersit dalam pikiran ingin merasakan hal yang sama dengan wanita kebanyakan.
- Shabar, menahan diri untuk menutup seluruh tubuh dengan jilbab, kerudung, kaos kaki, manset. Ah, kalau dipikir-pikir ribet, gerah. Tapi kalian lewati dengan keshabaran.


Dan masih banyak keshabaran-keshabaran lain yang harus kalian lewati bukan? Sebetulnya masih banyak hal-hal yang harus dihadapi wanita dengan keshabaran, terutama bagi yang sudah menikah. Tapi, karena konteks pembahasan kali ini adalah jomblo, jadi contoh-contoh yang diberikan seperti itu. Plis kata 'jomblo' nya jangan disebut melulu *nangis di pojokan*
"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu." (QS. Al-Qashash : 25)
Seorang muslimah harus memiliki sifat malu. Sifat malu yang seperti apa? Malu kalau melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Malu kalau melakukan hal yang sia-sia. Semoga rasa malu ini selalu melekat dalam diri setiap muslimah.
"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (QS. Al-Qashash: 26)
Kemudian dalam kisahnya Nabi Musa as melakukan perjalanan ke rumah wanita tersebut untuk memenuhi permintaan Ayahnya, sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka. Musa hanya berbicara untuk menanyakan arah jalan menuju rumahnya, belok atau lurus. Begitupun dengan wanita itu hanya berbicara saat menjawab pertanyaan Musa. Musa berjalan didepan sedangkan wanita itu berada dibelakangnya, mereka tidak berjalan beriringan. Singkat cerita sampailah mereka di rumah wanita tersebut.

Ada makna yang mengejutkan dibalik ucapan "Ya Bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." Kalau kata Ustadz Hanan, ini cara 'elegan' seorang wanita shalihah mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan seorang laki-laki pilihannya. Lalu darimana wanita itu tahu kalau Musa ini orang yang kuat dan dapat dipercaya? Bagaimana mungkin perkenalan yang sangat-sangat singkat membuat wanita itu yakin untuk memilih Musa? Kalau kata Ustadz Hanan, wanita shalihah akan menilai dengan firasat, kebijaksanaan, dan hikmah dari beberapa kejadian yang dilihat dan dialaminya. Karena itu asah firasat kita dengan kedekatan kepada Allah, maka semoga Allah akan tunjukan jalannya. Dalam lanjutan ayatnya, beruntung Sang Ayah mengerti maksud ucapan anaknya.
"Dia (Syeikh Madyan) berkata: "Sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu dalah (suatu kebaikan) darimu, dan aku tidak bermaksud membertakan engkau. Insya Allah engkau akan mendapatimu termasuk orang yang baik." (QS. Al-Qashash: 27)
Amazing banget gak tuh? Kalau bapak-bapak kekinian mendengar anaknya bicara begitu sepertinya kurang paham apa maksudnya. Paling si anak ngedumel dalam hati "Aduh Bapak ini gak peka nih." Hihi

Kira-kira begitu kisah yang dijelaskan dalam QS. Al-Qashash: 22-27. Aku benar-benar baru mengetahui kalau maknanya begitu dalam. Ini membuatku merasa seperti butiran debu, bahkan lebih kecil lagi dari unsur yang ada didalam debu. Rasanya ingin melahap ribuan kitab dan memahaminya :( So, para muslimah single fighter (biar agak kerenan gitu dibanding kata 'jomblo') semoga kita bisa menjadi seperti Maryam dan menjadi seorang wanita yang dikisahkan dalam QS. Al-Qashash.

Muslimah harus membentengi diri dengan ilmu. Menjaga diri dengan kedekatan kepada Allah swt. Memperkaya diri dengan ayat-ayat Quran. Dan menjadikan keshabaran sebagai napas. Itulah perisai yang harus dijaga kekuatannya. Semoga kelak perisai tersebut menjadi jalan 'kehalalan' yang dinantikan.

1 comment:

  1. aamiin aamiin aamiin , note mba Tiaaaa :) , semoga kita dikuatkan selalu untuk setiap ujian kenaikan kelas ya :)

    ReplyDelete