27 January 2016

Sebuah Pengakuan Dari (Yang Katanya) Seorang Blogger

Aku pernah membuat sebuah pernyataan kalau blog ini adalah rumah kedua bagiku, tempat mengekspresikan segala isi hati dan pikiran. Kalau blog ini ibarat rumah, maka akan tampak sarang laba-laba disetiap sudut-sudutnya karena sudah lama sekali tidak dibersihkan oleh si empunya.

Rumah ini sudah ditinggalkan oleh si empunya sejak satu bulan yang lalu. Bagi aku yang dengan lantang mengatakan bahwa salah satu passionku adalah menulis, maka ketika aku tidak menulis dalam jangka waktu yang cukup lama itu merupakan hal yang sangat menyedihkan. Integritas sebagai bloggernya dipertanyakan. Ya mungkin ini adalah perkara yang biasa saja bagi sebagian orang, tapi tidak bagiku.

Aku sangat salut pada teman-teman yang bisa konsisten menulis setiap harinya. Mereka yang dengan segudang aktivitasnya masih bisa menebarkan kebaikan lewat menulis. Aku akui, aku adalah penulis moody yang baru mau menulis ketika mood sedang bagus.

Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapapun, menyalahkan masalah, ujian, atau bahkan keadaan yang menjadi penyebab moodku berkurang. Ini adalah salahku sendiri, belum memiliki tekad yang kuat untuk konsisten menulis setiap hari.

Semoga di tahun 2016 ini aku bisa lebih konsisten menulis. Dan yang tidak kalah penting adalah terus "meluruskan niat" untuk apa aku menulis?

2 comments:

  1. sama mbak, saya juga lagi gak mood ngeblog, sedang berusaha menyemangati diri lagi.. kalau gak nulis itu berasa ada yang kurang..

    ReplyDelete
  2. Aku juga sulit banget kalo ngatasi mood. Tapi kalo pas mood banget, nulisnya selalu aku jadwal buat beberapa hari

    ReplyDelete