24 November 2015

Muslimah, 5 Hal Ini Harus Diperhatikan Sebelum Mendaki Gunung


Dua tahun belakangan, aku melihat trend pendakian gunung menjadi sangat tinggi. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun tidak mau kalah untuk menaklukan puncak-puncak gunung di Indonesia. Dari yang memang benar-benar hobi sampai yang hanya sekedar ingin tahu. Muslimah tidak mau ketinggalan, mendaki gunung dengan tetap menjaga identitas ke-muslimah-an nya. Walaupun hijab bukanlah penghalang aktivitas, sebagai muslimah kita tetap terikat oleh rambu-rambu.


Ada hal yang bisa dilakukan laki-laki, tapi tidak bisa dilakukan oleh perempuan. Perempuan cenderung lebih ribet dibanding laki-laki. Menurutku, ada 5 hal yang harus diperhatikan muslimah sebelum mendaki gunung.

1| Pastikan Pergi Bersama Mahram
Jangan coba-coba mendaki seorang diri tanpa ada mahram, atau pergi bersama rombongan yang semua anggotanya adalah laki-laki. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya. Bagaimana kalau tiba-tiba sakit atau terserang hipotermia? Atau ada hal-hal yang tidak bisa dibantu oleh laki-laki? Kita tidak bisa dengan bebas bersentuhan dengan yang bukan mahram kan? Oleh karena itu, pastikan kita pergi bersama mahram sebelum mendaki.

2| Jaga Sholat
Sebetulnya ini wajib bagi setiap muslim. Tapi, terkadang dalam kondisi mendaki ada saja godaan untuk melalaikan sholat, dengan alasan pakaian yang kotor dan sebagainya. Aku jadi teringat ucapan Kareem Nasher, seorang pendaki muslim dan anggota tim penyelamat para pendaki yang hilang terjebak avalanche (salju longsor) di gunung-gunung tersulit di dunia. Katanya, “Kematian tidaklah penting, temanku, apa yang kita lakukan sebelum mati, itulah yang terpenting.” Itulah yang ia ucapkan ketika seorang rekannya mengejeknya karena melaksanakan shalat di jalur pegunungan bersalju yang mereka tempuh. Menurutku, itulah spirit seorang pendaki muslim yang seharusnya. Jadi, jangan pernah meninggalkan sholat karena alasan apapun.

3| Pakaian Yang Nyaman
Bagi sebagian muslimah, mendaki menggunakan rok lebih nyaman dibandingkan celana. Tapi pemilihan pakaian harus dipertimbangkan juga, jangan sampai karena ingin syar'i jadi melupakan kenyamanan. Misalnya pakai gamis berbahan ceruti, wolfis, dan sejenisnya. Pakai rok berbentuk payung dan berlapis-lapis. Atau pakai kerudung dengan banyak peniti. Itu sangat mempersulit diri. Lebih baik pakai rok berbahan katun dan kerudung instan. Itu akan membuat ruang gerak kita lebih luas dan nyaman.

4| Stok Kaos Kaki
Mungkin terdengar sepele, tapi ingat: "Kakimu adalah aurat." Sebisa mungkin, dalam kondisi apapun, tetap menggunakan kaos kaki. Jadi, bawa kaos kaki sesuai kebutuhan jangan sampai kekurangan stok.

5| Sedia Pembalut
Sebaiknya mendaki di tanggal-tanggal yang masih jauh dari rutinitas haid, karena biasanya kondisi tubuh lebih cepat lelah. Tapi kalau terpaksa mendaki ketika menjelang tanggal haid, persiapan membawa pembalut. Kalaupun akhirnya tidak dipakai, bisa untuk muslimah lain yang mungkin saja membutuhkan kan?

Aku mulai mendaki ketika SMA, itupun hanya gunung-gunung yang dekat dan dengan jalur pendakian relatif mudah. Walaupun aku bukan seorang mountaineer, aku rasa hal ini juga perlu menjadi perhatianku dan juga para muslimah yang ingin mendaki namun tetap menjaga rambu-rambu sebagai muslimah.

5 comments:

  1. Pingin mendaki, tapi belum pernah keturutan. :(

    ReplyDelete
  2. aku pergi sama misua, dan alhamdulillah dia selalu ngomel kalo aku ngelewatin shalat, udah beberapa kali shalat ujan2an dan berbalut tanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah malu dikomen sama mountaineer ;) Betul Mbak Ev dalam kondisi apapun harus tetep sholat.

      Delete
  3. saya insya Allah mau mendaki gunung bln depan bersama suami,5 hal ini perlu bgt buat nambah pengetahuan sy...makasih yaa infonya :)

    ReplyDelete