25 November 2015

Aisyah Ra: Guru Kaum Pria, Teladan Bagi Wanita


Rasanya tidak akan pernah habis membicarakan kebaikan guru-guru yang telah mengajariku banyak hal. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, tidak paham menjadi paham. Entah sudah berapa juta tetes peluh yang mereka keluarkan demi murid-muridnya, dan aku tidak mungkin bisa membalasnya. Terimakasih atas segala kebaikan yang telah diberikan, semoga Allah swt membalas dengan balasan terbaik. Selamat hari guru!


Guru bukan hanya mereka yang mengajar kita secara tatap muka, tetapi juga mereka yang memberikan kita ilmu lewat ucapan, teladan, kisah, dan pemikirannya dalam buku-buku. Aku ingin membahas tentang seorang wanita yang menjadi salah satu sumber inspirasiku untuk menjadi seorang guru. Dialah, Aisyah binti Abu Bakar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan dalam keluarga Bani Taym dari suku Quraish Makkah. Saat Nabi Muhammad mengumumkan kenabiannya pada tahun 610 M, Abu Bakar dan istrinya, Ummu Ruman adalah orang-orang pertama yang memeluk Islam sehingga Aisyah dibesarkan dalam keluarga Muslim.

Kecerdasannya yang luar biasa dan ingatannya yang kuat membuatnya mempelajari ajaran-ajaran Islam dengan mudah. Aisyah menjadi salah satu gudang pengetahuan dan kebijaksanaan Islam paling terkenal, terutama yang berkaitan dengan kehidupan dan ajaran-ajaran Rasulullah. 

Berikut ini 4 sikap seorang guru yang menururtku tercermin dari Aisyah binti Abu Bakar:

1| Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya

Guru yang baik selalu ingin belajar dan memahami sesuatu dengan sebaik-baik pemahaman. Faktanya setiap kali Rasulullah bersiap menyampaikan khutbah di masjid, Aisyah selalu mewajibkan dirinya untuk mendengarkan beliau dengan penuh perhatian. Jika kurang yakin tentang masalah apapun, Aisyah tak pernah ragu untuk meminta penjelasan. Berkat Aisyah saat ini kita memiliki pemahaman yang jelas tentang sejumlah perintah Allah. Bahkan beberapa ayat Al-Quran termasuk yang berkaitan dengan tayamum, diungkapkan secara langsung berkat dirinya.

Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Imam Hakim)

2| Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya

Sikap seorang guru selanjutnya adalah berusaha menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh murid-muridnya. Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan berkonsultasi secara rutin dengan Aisyah, sebelum memutuskan masalah-masalah hukum yang rumit dan sulit diatasi semasa periode pemerintahan mereka.

Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (At-Tirmidzi)
3| Memiliki hati yang lembut dan dekat dengan murid-muridnya

Aisyah biasanya mengajar siswa laki-laki dan perempuan. Dia dikenal sebagai guru yang sangat murah hati dan mudah didekati. Menurut salah seorang murid terkemuka Aisyah, Urwa bin Zubair, pengetahuan, dan keluasan ilmunya tidak terbatas pada ilmu-ilmu agama; dia sangat menguasai sejarah Arab, sastra, retorika, puisi, dan silsilah, serta akrab dengan aspek-aspek pengobatan tradisional. Guru harus memiliki wawasan yang luas dan tempat yang nyaman diajak berdialog oleh murid-muridnya. Dan hal ini ditunjukan oleh Aisyah.

4| Menjaga martabat dan kesuciannya

Guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Maka tidak sepantasnya apabila seorang guru tidak bisa menjaga dirinya dari hal-hal buruk. Aku sering mendengar berita tentang guru yang melakukan kejahatan sex pada muridnya, menganiaya, mengeluarkan kata-kata kotor, dan lain sebagainya.

Aisyah sangat menjaga martabatnya sebagai wanita hingga dibela kesuciannya dari langit ketujuh. Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik.

Itulah sosok Aisyah binti Abu Bakar, teladan dari zaman dahulu hingga kini. Salah satu guru terbaik yang dimiliki oleh umat islam. Melalui kecerdasan, kelembutan, dan keteladanannya, Aisyah disebut dengan Ummul Mukminin yang berarti ibu orang-orang mukmin. Dialah guru kaum pria dan teladan bagi wanita.

Referensi: kisahmuslim.com

6 comments:

  1. bunda aisyah sang ummul mukminin, TFS mba

    ReplyDelete
  2. masyaAllah sekali ya Aisyah ra, pantas lah kalau Rasulullah sering mengatakan Aisyah yang paling disayang. Beliau memang istimewa, hadis pun banyak diriwayatkan darinya :) selamat hari guru Mbak Tia....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Aisyah Ra wanita yang luar biasa. Makasih Sofi :)

      Delete