11 May 2015

Oleh-oleh M2M Edisi Mei

Sedikit oleh-oleh dari acara Malam Muhasabah Muslimah (M2M) tanggal 9 Mei 2015 lalu yang bertajuk “Keutamaan Berinteraksi Dengan Al-Quran” bersama narasumber Ust. Saiful Islam Mubarak, Lc. Sayangnya saya datang terlambat, jadi mohon maaf kalau alur tulisannya berantakan dan hanya berbentuk poin-poin ya.
Al-Quran adalah kalam suci yang diturunkan Dzat Yang Maha Tinggi. Lafazhnya istimewa, bacaannya penuh makna, dan kandungannya tidak mengandung keraguan. Karena berbeda dengan bacaan yang biasa, maka interaksi dengannya pun tidak bisa disamakan dengan yang lain. Ada beberapa hal yang sangat penting untuk selalu diperhatikan ketika berinteraksi dengan Al-Quran, di antaranya:
1. Mengagungkan Al-Quran
2. Qalbu yang khusyuk
3. Penuh kesiapan untuk menaati semua aturan Allah

Abu Umamah Al Bahili berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Bacalah Al-Quran! Sesungguhnya, dia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada sahabatnya.” (HR. Muslim)

Ada beberapa pertanyaan juga dari peserta, diantaranya:

1. Salah satu penyebab hilangnya hafalan Al-Quran dari hati adalah ketika kita berbuat maksiat. Dan salah satu contoh maksiat adalah ketika kita tidak bisa menjaga pandangan. Nah, ketika berorganisasi pasti tidak terlepas dari interaksi dengan lawan jenis. Mohon dijelaskan tentang menjaga pandangan dan seperti apa solusinya?

“Dan katakanlah kepaada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya..” (QS. An-Nur : 31)

Sebagai manusia, kita tidak terlepas dari interaksi dengan banyak orang. Dan menjaga pandangan bukan berarti tidak boleh berkomunikasi dengan lawan jenis. Pandangan disini memiliki banyak makna diantaranya:
Bashar : Pengelihatan Qolbu
Nadzar : Pengelihatan Mata
Ruhyat : Pengelihatan Pemikiran
Ayat tersebut menyebutkan min abshaari yang berarti pengelihatan qolbu atau hati. Jadi maksud menundukan pandangan adalah menundukan hati atau menjaga hati. Jadi tetaplah beraktifitas dan berorganisasi sebagai mahasiswa. Disamping menjaga nadzar, yang paling utama adalah menjaga bashar (hatinya). Dan yang terpenting mohon pertolongan kepada Allah, jangan mengandalkan diri.

2. Saya pernah mendengar tentang sholat hifdzil Quran. Mohon dijelaskan dan ditunjukan dalilnya seperti apa?
**Ada sebuah hadis riwayat At-Thabrani dan Tirmidzi. Ali berkata: “Ya Rasulullah, Al-Quran banyak hilang dari dadaku.” Rasulullah saw bersabda: “Lakukanlah padamu sholat pada hari jumat 4 rakaat. Rakaat pertama membaca Yasin, rakaat kedua membaca Ad-Dakhan, rakaat ketiga membaca As-Sajadah, dan rakaat keempat membaca Al-Mulk. Setelah sholat 4 rakaat langsung memuji Allah dengan Alhamdulillah dan Ya Rabbana lakalhamdu kama yan baghili jalali wajhikal wa ‘adzimi sulthaanik, sholawat nabi, mohon ampunan untuk kaum mu’minin, dan memohon Ya Allah curahkan rahmat-Mu padaku dan bimbinglah aku supaya dapat meninggalkan maksiat. Lakukan 3, 5, atau sampai 7 malam jum'at maka kau akan menikmati dalam menghafal Al-Quran. Setelah jum’at ketujuh Ali kembali kepada Rasulullah saw dan berkata bahwa dia sudah mulai mudah dan menikmati menghafal Al-Quran.”

**Redaksi hadis diatas tidak lengkap dan menggunakan bahasa yang berhasil saya tangkap. Tetapi intinya kurang lebih seperti itu. 


Bonus Quotes Ust. Saiful Islam Mubarak, Lc ^^
"Banyak melakukan hal yang tidak berguna pun dapat mengurangi hafalan, apalagi berbuat maksiat."
"Ya Allah, berikan aku nikmat hiburan dengan Al-Quran, tidak ada hiburan lain yang paling menyenangkan selain Al-Quran."
"Urusan akhirat tidak untuk dimengerti, tapi untuk diimani."
Semoga kita menjadi hamba yang dipilih untuk selalu bisa berinteraksi dengan Al-Quran. Aamiin..

2 comments:

  1. baru tau kalo ada sholat hifdzil Qur'an ternyata, dan bacaannya panjaaaang banget, duh, bisa nggak ya, belum hafal soalnya :) makasi share nya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sambil pegang Quran Mbak sholatnya kalau belum hafal. Sama2 Mbakku :)

      Delete