14 May 2015

Nur Dann: Ini Caraku Berdakwah

Sumber gambar klik disini. Nur Dann sangat cantik, foto aslinya ada di dalam buku.
“Sejak umur 11 tahun.”
“Buat apa nge-rap?”
“Senang saja. Es ist cool…”
“Mau nge-rap terus?”
“Yap!”
“Tadi nyanyi tentang apa?”
“Itu? Uh.. eh.. tentang jilbab. Orang berjilbab bisa juga nge-rap. Dengan jilbab, kita bisa mengubah dunia setitik lebih baik.”
“Gak paham. Bagaimana mengubahnya?”
“Mengubah prespektif, cara pandang orang tentang jilbab yang dibilang sumber kekolotan perempuan muslim. Jilbab itu ya kayak kalian pakai top rap dimiringkan. Bisa nyaman kalau pakai itu saat nge-rap. Saya bilang, kalau pakai jilbab, saya baru bisa merasa nyaman. Nyaman ketika berbicara dengan orang, ketika bersekolah, ketika bekerja juga nantinya. Atau apa pun.”
“Ini caramu berdakwah, begitu?”
“Ja!”
“Liriknya bikin sendiri?”
“Ya. The lyrics came from my heart.”



Begitulah percakapan Nur Dann dengan Hanum Salsabiela Rais.

Masih serial cerita di buku Berjalan di Atas Cahaya. Saya sangat terkesan dengan sosok Nur Dann. Minoritas yang hidup ditengah hedonnya Eropa, muslimah yang berdiri ditengah gemerlapnya langit dunia, muslimah yang istiqomah dengan keyakinan islamnya. Di usianya yang masih sangat muda dia melakukan hal yang jarang sekali dilakukan oleh gadis Eropa seusianya.

Nge-rap, begitulah cara Nur Dann berdakwah. Apa tidak ada cara lain? Ya mungkin cara itu lebih bisa diterima oleh masyarakat Eropa ketimbang tausyiah seperti yang ditemukan di Indonesia pada umumnya, walupun mungkin tidak ada yang menyadari misi terselubung Nur Dann dibalik microphone dan style rapper nya.

Sebagai muslim saya sangat malu. Terkadang banyak sekali alasan yang menggoyahkan langkah. Terpaku pada cara-cara besar dan melupakan cara-cara sederhana, terlupa akan apa yang telah Allah titipkan pada diri. Profesi samasekali tidak menghalangi kita untuk terus berdakwah. Dokter, arsitek, teknisi, pilot, penjaga toko, penyanyi, manager, office boy, saya, kita semua, kini tidak ada alasan lagi untuk tidak mensyiarkan kebaikan sekecil apapun. 

Sebagai muslim saya sangat malu. Kita memiliki kekuatan yang besar, Negara yang kondusif, muslim yang mayoritas. Lalu kurang apa lagi? Kurang kesadaran, ya, kesadaran. Kita masih terkotak-kotak oleh sesuatu yang tidak perlu, sesuatu yang seharusnya bukan menjadi penghalang.

Nur Dann contohnya, seorang diri berdakwah dengan cara yang bahkan tidak terpikirkan oleh kita. Berdakwah dengan apa yang dia mampu dan miliki. Karena pada hakikatnya, berdakwah tidak harus berdiri di depan ribuan banyak orang dengan speaker menggelegar disana-sini. Cukup dengan ilmu, cara yang baik, dan niat yang tulus karena Allah swt.

6 comments:

  1. berdakwah bisa dengan berbagai cara ya mba TFS:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul Mak, kita bisa berdakwah dengan berbagai cara :)

      Delete
  2. Iya Mbak Tia, saya juga kagum dengan sosok Nur Dann ini. Siapa bilang wanita muslimah gak bebas berekspresi dengan hijab, Nur Dann udah membuktikan ;)

    ReplyDelete
  3. Mentang-mentang gak berpolitik dianggap gak dakwah, dibilang tidak mendukung khilafah tidak berdakwah, tidak bercadar dibilang tidak berdakwah, tidak ikut keliling masjid, dibilang tidak berdakwah. Berdakwah bisa dengan banyak cara, di banyak lini, yang penting umat islamnya bersatu, melakukan peranannya masing-masing, dan tidak melanggar Qur'an dan Sunnah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, yang nyinyir begitu padahal umat islam juga. Kita harus bersatu ya Mak supaya dakwahnya lebih mudah :)

      Delete