17 December 2014

Notes From Turkey [Part 5] : Tesekkur Ederim

This is last post, but not last story! 
Ini adalah tulisan terakhir di serial Notes From Turkey karena saya pikir tidak lengkap menulis tanpa ending. Menceritakan perjalanan selama di Turki tidak akan ada habisnya, maka untuk cerita tentang Turki yang lain akan saya tulis di postingan tersendiri, tidak masuk kedalam serial Notes From Turkey. Saya belum cerita tentang Cappadocia, Underground City, Hagia Sophia, dll. Untuk itu nanti saya tulis di postingan terpisah. Baik, last day.. Rasanya campur aduk. Bahagia karena saya sudah rindu Indonesia, sedih karena harus meninggalkan Turki dan berpisah dengan orang-orang luar biasa.


Jadwal kepulangan saya dengan rombongan berbeda satu hari, jadi saya harus extend satu malam di Istanbul. Jadwal pesawat rombongan adalah pukul 16.00, jadi pagi harinya masih ada waktu berkeliling sekitaran Istanbul. Dari hotel kami langsung menuju Istana Topkapi dan ternyata sudah banyak pengunjung disana. Lokasinya dekat dengan Bule Mosque dan Hagia Sophia.

Istana Topkapi merupakan kediaman resmi dan pusat pemerintahan dari Sultan Turki Utsmani selama sekitar 400 tahun atau sejak 1465 sampai 1858. Istana ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari empat halaman utama dan banyak bangunan lain yang lebih kecil. Topkapi yang dalam bahasa Turki berarti gudang meriam dibangun dengan arsitektur khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Didirikan di atas lahan seluas 700 ribu meter persegi, Istana Topkapi mulai dibangun pada 1453. Pembangunan Istana Topkapi diawali dari keinginan Sultan Mehmed II untuk mendirikan sebuah istana sebagai pusat Kesultanan Turki Utsmani.

Topkapi Palace taken by me
Topkapi Palace taken by Mba Evi
Sama seperti di Mevlana Museum, kami tidak diperbolehkan mengambil gambar di dalam ruangan yang berisi benda-benda peninggalan. Saya berjalan perlahan mengamati setiap sudut Istana Topkapi. Benar-benar luar biasa, megah dan luas sekali. Saya seperti hidup di zaman Utsmani, semua benda terjaga keasliannya. Oh ya, Topkapi terletak persis di tepi pantai di titik pertemuan antara Selat Bosporus, Golden Horn, dengan Laut Marmara. Katanya pemandangan Bosphorus sangat indah kalau dilihat dari halaman belakang istana. Saya jadi tidak sabar menuju kesana.

Sekalipun kini bangunan tersebut telah beralih fungsi, masih banyak benda peninggalan kejayaan Kesultanan Turki Utsmani yang tersimpan di sana. Hal yang paling menarik dari peninggalan Turki Ustmani adalah benda-benda peninggalan milik Nabi Muhammad SAW.  Beberapa peninggalan milik nabi kini tersimpan di ruang Relikui Suci. Di tempat itu dapat dijumpai tempat kohl (celak) milik Rasulullah, jejak kaki Rasulullah, pedang, jubah, hingga rambut Rasulullah. Dan di sana pula sejumlah benda-benda peninggalan sahabat Rasulullah tersimpan.

Selain itu, Istana Topkapi juga menyimpan beberapa surat buatan Nabi Muhammad SAW. Surat itu ditulis kepada Muqawqis (pemimpin Kaum Kopts) dan Musaylima (si Pembohong). Surat untuk Muqawqis ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada tahun 1850. Peninggalan bersejarah lainnya adalah manuskrip Al-Quran pertama yang ditulis di atas lembaran kulit binatang. Itu terjadi sebelum Al-Quran disatukan menjadi sebuah kitab utuh. Salah satu yang tersimpan di Topkapi ialah Surat Al-Qadar. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.


Halaman utama Istana Topkapi taken by me
Halaman utama Istana Topkapi taken by me
Saya di pelataran Istana Topkapi
Satu lagi keunikan dari Topkapi. Bila memasuki ruangan peninggalan ini kita dapat mendengar alunan 24 orang hafiz (penghafal) Quran bergantian membaca Al-Quran dengan syahdunya. Dan alunan bacaan ini terjadi tanpa berhenti selama 24 jam terus-menerus dalam 407 tahun (dari tahun 1517-1924 M).

Kami langsung menuju halaman belakang Istana, tidak sabar melihat keindahan Bosphorus darisana. Sayup-sayup angin Bosphorus sudah terdengar bergemuruh dan.. What a beautiful view! Sangat tidak mengecewakan. Siapapun pasti betah tinggal di Istana ini, apalagi di ruangan yang jendelanya menghadap langsung ke Selat Bosphorus. Benar-benar pengusir stress dan saya rasa ini adalah posisi yang pas buat para blogger untuk menulis dan mencari inspirasi hihi.
Halaman Belakang Istana Topkapi
Halaman Belakang Istana Topkapi
Sudah hampir empat jam kami menikmati keindahan Istana Topkapi, rasanya tidak cukup waktu mengelilingi seluruh isi Istana yang sangat luas ini. Tapi rombongan harus sampai di bandara pukul 14.00 siang jadi kami harus mengakhiri perjalanan di Istanbul. Tiba waktu sholat dzuhur, kami menuju Masjid Sultan Ahmet.. Ya, satu lagi tempat bersejarah dan sekaligus menjadi icon Negara Turki. Sultan Ahmet atau yang kita kenal dengan Blue Mosque adalah tempat yang wajib disinggahi kalau ke Turki. Belum lengkap rasanya kalau tidak sholat di Mesjid yang satu ini. Kubah dan menaranya benar-benar mempesona, tidak bosan mata ini memandang keindahan Blue Mosque yang berdiri megah di tengah Kota Istanbul.

Subhanallah.. Alhamdulillah..
Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque)
Di depan Blue Mosque
Begitu adzan dzuhur berkumandang, semua orang menuju Mesjid untuk sholat berjamaah. Meski tidak seperti Mekah yang ketika adzan berkumandang semua aktivitas terhenti, tapi Sultan Ahmet cukup penuh ketika sholat dzuhur. Suara takbiratul ihram tanda dimulainya sholat bergema memenuhi se-isi Masjid. Kubah-kubah tinggi nan menawan dengan arsitektur khas Turki semakin membuat nyaman berdiam lama-lama disini. Semua hanyut dalam ibadah.. Sholat di Sultan Ahmet saja memiliki kesan tersendiri, apalagi sholat di depan Kabah ya?

Lagi-lagi, ini adalah perjalanan singkat. Kami tidak bisa berlama-lama disini, tapi setidaknya kami sudah bisa merasakan sholat di salah satu Masjid yang pernah menjadi saksi sejarah umat islam itu. Saya sempat berbincang dengan dua orang ibu yang mengenakan kerudung bermotif khas Turki, ramah sekali. Mereka bilang sangat senang melihat orang Indonesia berkunjung ke Turki dan mereka juga ingin sekali bisa berkunjung ke Indonesia. Ibu itu lalu mengeluarkan sebuah barang dari saku mantelnya dan memberikannya kepada Mba Evi. Yaitu satu buah tasbih digital miliknya. Subhanallah.. Padahal baru pertama bertemu, mereka mau memberikan barang yang dimiliki.


Bersama dua orang ibu di Sultan Ahmet
Setelah berpamitan dengan dua orang ibu yang saya lupa menanyakan namanya, kami berjalan menuju Sultan Kosesi Restaurant tempat makan siang. Dan disana kami akan bertemu dengan owner Dorak Tourist. Dorak Tourist adalah agen peralanan kami selama di Turki. Alhamdulillah, tidak ada pelayanan yang mengecewakan dari agen perjalanan ini. Baik dari segi transportasi, tour guide, makanan, dan lain-lain. Saya pribadi sangat puas dengan pelayanan Dorak Tourist. Kami dibagikan marchendise satu per satu oleh Dorak yang dibungkus dengan kantong berwarna biru. Ah suka sekali!

Ki-ka : Mba Wina, Saya, Owner Dorak Tourist Turkey
Kami akan berpisah usai makan siang. Kebersamaan selama hampir dua minggu ini membuat saya sangat sedih. Apalagi berpisah dengan Mba Evi teman satu kamar dan Mba Jessica teman yang selalu bersama-sama saat tour. Rombongan harus menuju Sabiha Gokcen Airport karena pesawat take off pukul 16.00 dan saya harus menuju Avcilar untuk extend satu malam, menginap di hotel yang dekat dengan Istanbul Ataturk Airport. Dan inilah akhir kebersamaan kami. Kami saling berpelukan, berharap bisa bertemu di lain kesempatan. Tidak sadar air mata ini menetes. Saya turun di halte pemberhentian kendaraan umum dan menurunkan koper2 saya dari dalam bus untuk naik taksi menuju hotel, sementara rombongan melanjutkan perjalanan menuju airport. (Keseruan extend sendirian di Istanbul plus pulang sendirian ke Indonesia akan saya tulis di tulisan yang lain hihi :p)

Ahh… Tesekkur ederim )* untuk semuanya. Cheria Wisata, Lomba Menulis Artikel Kreatif, Dorak Tourist, Rombongan Travel Partner, Nadriye, dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Semoga setiap langkah, tidak hanya menjadi perjalanan yang penuh hikmah. Tapi juga penambah keimanan kepada-Nya :")

Referensi Topkapi :
http://www.republika.co.id/berita/republika-tv/jalanjalan/10/07/12/124308-istana-topkapi-jejak-perjuangan-rasulullah
)* Tesekkur ederim : Terimakasih

4 comments:

  1. subhanallah... keren2 banget tempatnya...
    trus itu yg baca al-quran, live? wuih mantep...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba itu yang baca Al-Quran nya live.. Sampe merinding dengernya :')

      Delete
  2. Akhirnya aku selesai juga baca edisi Turkinya Mbak Tia. Semoga bisa berkunjung kembali suatu hari nanti ya Mbak. Moga bisa pergi bareng :)

    ReplyDelete