19 November 2014

Notes From Turkey [Part 1] : Merhaba!

"Salah satu berkah menulis, menurut teman-teman sesama penulis adalah kemudahan untuk berjalan di bumi-Nya. Mengunjungi tempat-tempat yang tidak terbayangkan, bahkan ragu untuk diimpikan." -Asma Nadia
Awalnya menulis adalah salah satu cara yang saya lakukan untuk meluapkan emosi dan pikiran. Namun seiring berjalannya waktu, saya mendapatkan manfaat baik dari menulis. Pertama, menulis menuntut saya untuk terus membaca, ibarat menulis adalah sebuah kendaraan maka membaca adalah bahan bakarnya. Kedua, menulis mengenalkan saya pada banyak hal yang belum pernah ditemui sebelumnya. Ketiga, menulis mengantarkan saya bertemu dengan banyak orang yang tidak hanya sekedar menambah daftar teman, tapi juga saling bertukar ilmu dan pengalaman. Keempat, belum banyak kebaikan yang bisa saya lakukan, maka semoga  menulis bisa memberikan kebermanfaatan bagi sesama.


Jadi mana cerita tentang Turki nya? Hehe

Nah, Turki adalah salah satu keberkahan yang saya dapatkan dari menulis. Percaya atau tidak dengan the power of dream, saya baru 'ngeh' ketika flashback twit-twit masa lalu. Awal tahun 2014 ini saya pernah menuliskan Turki sebagai salah satu tempat yang ingin dikunjungi. Dan segala puji bagi Allah, saya diberi kesempatan mengunjungi Turki di tahun yang sama ketika menuliskannya.
Tweet 23 Januari 2014
Baru saja akan mendaftar kelas Bahasa Turki yang diadakan oleh salah satu Universitas di Bandung (kebetulan saat itu ada kelas gratis dan pengajarnya pun langsung didatangkan dari Turki), panitia lomba menghubungi di waktu yang bersamaan. Katanya saya harus berangkat akhir bulan Oktober, hanya berjarak sekitar empat hari dengan waktu keberangkatan. Cukup mendadak bagi saya karna harus mengurus perizinan kerja dan kuliah. Awalnya khawatir, dikasih izin gak ya cuti se-lama itu? Alhamdulillah kantor kasih izin dan kuliah pun bisa diatasi hehe. Saya langsung mengubungi Mak Rodame, salah satu pemenang lomba. Tapi katanya Mak Dame berangkat awal tahun depan karena satu dan lain hal. Padahal saya sudah berharap bisa bertemu Mak Dame loh walaupun cuma di airport :( Next time insyaa Allah bisa bertemu ya. Yang jelas gak ada persiapan apapun saat itu karena bisa dibilang keberangkatan ini cukup mendadak. Dan buku Jilbab Traveler karya Bunda Asma Nadia sangat membantu dalam mempersiapkan semuanya. Dari mulai dokumen-dokumen penting sampai barang-barang yang seringkali lupa dibawa saat traveling.
 
Visa, ticket, dan itenerary perjalanan sudah dipersiapkan oleh Cheria Wisata. Saya diminta tiba di airport jam 07.00 pagi karena pesawat take-off jam 09.00 pagi. Sebelumnya saya diberitahu oleh Mbak Desita untuk bertemu dengan Mas Fera di airport dan berangkat bersama rombongan Pak Abu. Setelah menunggu beberapa waktu, bertemu juga dengan Mas Fera. Tapi.. Pak Abu nya kemana?
"Maaf Mbak, saya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan jadi saya re-schedule penerbangan. Kita bertemu nanti di Kuala Lumpur..", begitu kira-kira isi sms Pak Abu.
Sendirian? Mulai parno dan berpikir yang enggak-enggak. Maklum, pertama kalinya pergi jauh-jauh sendirian. Kurang enaknya itu gak ada teman ngobrol, tapi kesan solo traveling nya berasa banget hehe.

Belum selesai sampai disitu trouble nya. Di Kuala Lumpur saya gak bisa menghubungi rombongan Pak Abu, dan sebaliknya. Mungkin masalah sinyal atau apa, saya juga gak ngerti padahal nomor sudah roaming. Saya jadi tambah parno dan tambah berpikir yang enggak-enggak. Sambil menunggu, saya memutuskan untuk keliling duty free airport yang cukup luas sambil terus menghubungi rombongan Pak Abu. Sekitar jam 20.00 malam saya baru bertemu dengan rombongan, lega rasanya. Jadi city tour Kuala Lumpurnya gagal karena miss komunikasi. Mungkin belum rezekinya ya :( Dan disini saya mau bilang terimakasih sama Mba Desita karena udah bantuin saya selama di Kuala Lumpur sampai akhirnya bertemu dengan rombongan. Karna saat itu cuma nomor Mba yang bisa nyambung, aneh juga ya hehe. Thankyou so much Mba :)

Saya pikir banyak yang ikut rombongan, ternyata hanya 5 orang. Pak Abu, Mba Ria (istri Pak Abu), Mba Yanti, Bang Gerardi, dan Bang Heri, tiga orang ini adalah kerabat dekat Pak Abu. Mereka semua asli Makassar loh, jadi kadang saya gak ngerti mereka lagi ngobrol apa karna pakai bahasa Makassar hehe. Mereka welcome dan supel banget, jadi ada teman ngobrol dan gak sendirian lagi. Yeaaay ^^

Akhirnya menunggu lagi. Menunggu penerbangan jam 02.30 subuh menuju Abu Dhabi. Ternyata perjalanan menuju Turki masih panjang. Saya benar-benar udah gak sabar menginjakan kaki di tanah Konstantinopel itu. Sepanjang perjalanan masih terasa mimpi, bener gak sih ini semua? Campur aduk rasanya.. Antara bahagia, masih gak percaya, dan mata yang udah lengket karena tengah malam masih berkeliaran di airport. Jam 02.30 kami berangkat dari Kuala Lumpur menuju Abu Dhabi. Sepanjang perjalanan yang dilakukan ya hanya istirahat, karna semalaman kami belum sempat tidur. Dan jam 06.30 kami mendarat dengan selamat di Abu Dhabi. Tapi perjalanan menuju Turki masih panjang karena masih harus menunggu lagi penerbangan menuju Istanbul jam 13.00 siang.

Semakin dekat dengan tujuan, hati saya semakin gak karuan. Entah apa yang saya rasakan saat itu. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Hanya rasa syukur yang memenuhi isi hati dan pikiran saya. Bisa berjalan sejauh ini adalah hal yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Diberi kesempatan untuk melihat jejak-jejak kebesaran-Nya, bertemu dengan orang-orang luar biasa. Ah.. Sungguh keterlaluan kalau tidak bersyukur. Akhirnya jam 17.00 kami mendarat dengan selamat di Istanbul.

Merhaba! 
“Ini adalah kisah ketika dunia hanya mengenal dua wilayah; Barat dan Timur. Ini adalah persaingan antara dua negara; Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Ini adalah cerita saat dunia terpolarisasi menjadi dua bagian; Kristen dan Islam. Ini adalah epik antara dua kekuasaan; Byzantium dan Utsmani.” -Felix Siaw, Muhammad Al-Fatih 1453
Mata saya berkaca-kaca saat pertamakali menginjakan kaki di Istanbul. Udara Istanbul yang mulai mendingin menjalar masuk ke pori-pori kulit. Seorang laki-laki berkebangsaan Turki sudah menunggu kami disana untuk mengantarkan menuju hotel menggunakan bus kecil. Sepanjang perjalanan menuju hotel lagi-lagi saya hanya bisa terdiam, menatap lamat-lamat kota yang dahulu pernah menjadi pusat kejayaan Islam itu dari balik kaca bus. Ketika melintas di Jalan Avcilar, saya melihat sebuah kubah masjid yang mirip sekali dengan Blue Mosque. Tapi ternyata itu bukan Blue Mosque, karena beberapa meter setelah itu saya menemui lagi masjid yang serupa. Kata laki-laki yang mengantarkan kami tadi, arsitektur masjid di Turki memang mirip dan terkadang sama persis.

Kota yang begitu rapi, pelataran jalan yang bersih tanpa sampah-sampah disekitarnya, dan cuaca 15 derajat menemani perjalanan kami menuju hotel. Tiba-tiba saja saya teringat teman blog Mba Sofia.. Semua tulisan-tulisannya tentang Turki begitu menunjukan bahwa dia memang benar-benar mencintai kota ini. Ini hanya masalah waktu, mungkin saat ini saya yang diberi kesempatan lebih dulu. Suatu saat dirimu harus kesini Mba! Kota ini lebih indah dibandingkan cerita-cerita yang pernah saya dengar diluar sana. Saya selalu berdo'a semoga Allah segera mengabulkan do'amu untuk menginjakan kaki disini :)

Empat puluh menit berlalu, kami sampai di hotel ketika Istanbul sudah mulai gelap. Besok pagi kami harus meninggalkan Istanbul dan kembali lagi kesini di hari terakhir tour. What a beautiful experience in first day! Thankyou Allah, thankyou Cheria Wisata, thankyou Lomba Menulis Artikel Kreatif for this opportunity..


Doubletree By Hilton Avcilar )*
Doubletree By Hilton Avcilar )*
)* Dokumentasi pribadi, hotel tempat menginap di hari pertama


To be continued...

16 comments:

  1. Mbak Tia...aamiiin insyaAllah terimakasih doanya :) Allah razi olsun. Aku menunggu cerita selanjutnya mbak, bacanya sampe deg-degan sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bir sey degil Mba :) Cerita selanjutnya segera di posting hehe.

      Delete
  2. selamat ya mbak berkah ngeblog bs nyampe Turki

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, ngeblog banyak mendatangkan manfaat ya mbak. Kapan ya bisa ke sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Insyaa Allah ada waktunya Mbak pasti bisa kesana :)

      Delete
  4. aku tunggu postingan selanjutnya mba Tiaaaa, ikut berasa deg2an euy mba , ahhh seneng bgt akuuuhh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahh makasih Mbaaa :) Semoga segera nyusul kesana ya Mba..

      Delete
  5. Selamat yah mba :)
    Dan saya amini juga untuk doanya, semoga mba Sofia segera nyusul juga :)

    ReplyDelete
  6. keren mb.smg saya bisa nyusul ke korea atau beijing dari lomba menulis kreatif ny

    ReplyDelete
  7. ternyata aku baru baca dan ada diriku disebutkan di dalamnya, hihi... iya ya belum berjodoh nanti kita tour bareng ya Tia pake Cheria Travel insyaallah, nabung yuk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya Mak ayo kita nabung terus jalan2 bareng pake Cheria Travel :)

      Delete