10 September 2014

Belajar Dari Parkir Mobil

Pagi adalah waktu dimana semua kendaraan beredar meninggalkan rumah. Maka tak heran aktivitas jalan raya menjadi sibuk tak terkendali. Berebut mengambil jalan, naik turun penumpang semaunya, ah seperti benang kusut rasanya. Beberapa hari kebelakang saya cukup dibuat kesal dengan ulah pengendara yang parkir kendaraan sembarangan di beberapa titik yang saya lalui menuju kantor. Jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh dua mobil, itu pun mepet, harus hati-hati mengendarainya. Kalau tidak hati-hati, bisa menyenggol kaca spion atau bahkan body mobil tergores satu sama lain. Lalu apa masalahnya?

Dengan adanya mobil yang terparkir di salah satu bahu jalan, maka akan menghalangi pengendara lain yang melewatinya. Jalan tersebut sangat sempit jadi tidak ada cara lain selain sang pemilik mobil memindahkan mobilnya, atau kami sebagai pengendara yang harus mengalah bergantian menggunakan jalan yang kini menjadi satu jalur.

Ini cuma masalah parkir, jangan dibawa ribet!
Ya ini hanya masalah parkir, tapi maukah kita meilhat lebih jauh dampak dari hal yang sepertinya terlihat sepele tersebut? Ketidaksadaran sang pemilik mobil yang memarkir kendaraannya sembarangan telah membuat banyak pihak dirugikan. Ada yang menjadi kehilangan banyak waktu karena macet. Ada yang menjadi kotor hati dan nge-dumel tidak jelas (mungkin itu saya hehe). Bahkan hal terburuk, bagaimana kalau ada ambulance yang sedang membawa pasien melewati jalan tersebut? Anak-anak sekolah dan pegawai yang harus tiba di sekolah dan kantor tepat waktu? Dan banyak hal yang tidak bisa diperkirakan terjadi.


Source : click here
Ini memang hanya masalah parkir, tapi kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman sederhana diatas.

Pertama, kesadaran itu penting. Sadar atas apa yang akan dan telah kita lakukan. Maka sebelum melakukan sesuatu, ada baiknya dipikirkan dengan baik. Apakah yang kita lakukan bermanfaat atau tidak, akan merugikan orang lain atau tidak, akan membuat orang disekeliling kita nyaman atau tidak. Lebih baik menjadi orang yang 'lebih dulu sadar' daripada harus selalu 'disadarkan'.

Kedua, jangan anggap ringan sesuatu karena bisa jadi dampaknya bukan terjadi pada diri kita tapi pada orang lain. Bisa jadi dampaknya memang bukan saat ini, tapi satu tahun bahkan sepuluh tahun yang akan datang. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi, yang kita tahu adalah kita selalu bisa berubah menjadi lebih baik. Atau bayangkan saja sebuah air didalam ember yang diberi lubang sebesar lubang jarum. Memang sangat kecil dan tidak terlihat. Tapi jika dianggap ringan, seiring berjalannya waktu akan habis juga air didalamnya.

Ketiga, segala sesuatu yang tidak disimpan pada tempatnya akan menyulitkan. Mobil tidak seharusnya parkir di sembarang tempat, ikan tidak seharusnya hidup di darat, anak-anak playgroup tidak seharusnya belajar algoritma, dan perumpamaan lainnya. Akan sangat menyenangkan jika masing-masing diri kita memiliki standar terbaik dalam hal apapun.


Banyak cara untuk belajar dari kehidupan ini, salah satunya dengan melihat lebih dekat apa yang terjadi disekitar kita. Mengangkat sesuatu yang sederhana menjadi sebuah renungan dan semoga menjadi penambah keimanan. Wallahua'lam..

4 comments:

  1. parkir sembarangan seperti itu harus dibasmi agar tidak mengganggu kepentingan umum..

    ReplyDelete
  2. Saya juga suka sebel Mbak sama mobil-mobil yang gak nyadar kalau body mereka tuh besar, tapi tetep aja parkir sembarangan. Kalau udah macet, panas, bawaannya selalu emosi. Gak jelas siapa yang mau dimarahin, akhirnya cuma bisa ngedumel. Moga segera diberi kesadaran, dan nanti kalau kita udah bisa beli mobil bisa jadiin masa sekarang buat pelajaran biar gak parkir sembarang tempat. Good sharing Mbak Tia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Sofy, saya jadi suka kesel sendiri. Masalah ini keliatannya memang sepele, padahal efeknya lumayan besar juga..

      Delete