4 June 2014

Diskusi Asyik Bareng Rhein Fathia

Selain nge-blog, saya pecinta novel-novel fiksi. Bagi saya, cerita fiksi mampu membawa kita berimajinasi tanpa batas. Menyenangkan sekali!
Beberapa waktu lalu, saya mengahadiri workshop menulis bersama Rhein Fathia. Bagi pecinta novel fiksi pasti ga asing lagi dong dengan Rhein? Penulis novel romance best seller, yang salah satu karyanya berjudul Coupl(ov)e. Sudah lama saya mendamba-dambakan bertemu langsung dengan Rhein Fathia, penulis muda yang juga seorang backpacker. Setiap kali ada event workshop dengan Rhein, pasti lokasinya jauh, waktunya bentrok, dan banyak hambatan lain.

Nah, waktu itu buka salah satu grup di facebook dan admin grup memposting acara meet & greet dengan Rhein Fathia. Aaaakk~ Surely I'm very happy! Kebetulan saya sedang libur kuliah jadi ga punya agenda apapun hari itu. Kebetulan lokasinya ga jauh dari rumah. Dan kebetulan lagi, acaranya FREE! Oh God, I'm very thankful to You and I believe... Saya percaya ini bukan kebetulan. Pasti Allah sudah merencanakan semuanya kan?

Bergegegas menuju lokasi di BITC (Baros Information Technology Center). Swiiiing!!!! Saya melaju dengan motor matic kesayangan hehe. Sampai disana, liftnya mati dan acaranya berlangsung di lantai 4. Jadi, naik tangga darurat aja. Huh hah huh hah!

Yuhuuu! Ternyata acaranya udah dimulai, udah ada Rhein Fathia disana. Aaakk~ senangnya bisa bertemu langsung dengan Rhein. Rhein bercerita pengalamannya, tips-tips menulis novel, dan banyak hal. Dan ini beberapa hal yang bisa saya rangkum :

1. Sebelum menulis, kita harus punya NIAT untuk menyelesaikannya. Niat itu sangat penting kata Rhein.
2. Cerita yang kita buat alurnya harus jelas. Kita buat draft kasarnya dari awal sampe akhir. Mau nempatin adegan ini dimana, aadegan itu dimana.
3. Buat kejutan! Pembaca menunggu kejutan dari cerita yang kita buat. Ga umum, ga monoton.
4. Tokoh adalah syarat terpenting dari sebuah cerita. Saat menulis, anggaplah kita menjadi tokoh tersebut agar maksudnya sampai. Satu lagi, Rhein membuat detail tokoh. Dari mulai nama lengkap, tempat tanggal lahir, karakter, sampai golongan darah sekalipun. Itu penting banget! Supaya karakternya kuat, melekat di hati pembaca.
5. Kalau kita udah punya bayangan ceritanya seperti apa, mulailah menulis. Apapun yang ada di pikiran kita tuangkan. Jangan menulis sambil meng-edit, itu akan sangat mengganggu. Proses editing punya waktu tersendiri.
6. Kita harus punya buku catatan kecil. Fungsinya untuk menuliskan ide-ide yang tiba-tiba muncul. Biasanya ide suka datang kapan dan dimana saja. Karena itu, Rhein selalu bawa buku catatan kecil kemanapun.
7. Naskah, done! Waktunya proses editing. Baca naskah dengan teliti dari awal sampai akhir. Kalau kira-kira ada adegan yang ga perlu, dibuang aja. Atau kalimat-kalimat yang ga efektif, perbaiki lagi.
8. Yang sering ditanyain sama penulis yang baru adalah: Kalau tiba-tiba ide kita mentok ditengah jalan gimana cara mengatasinya? Banyak baca, dan biasnya itu terjadi karena kurangnya riset. Dengan banyak membaca, akan menambah diksi baru. Dengan riset, ruang imajinasi kita akan semakin luas. Tanpa riset, kita akan kebingungan menentukan alur cerita seperi apa.
9. Kasih naskah kita ke orang-orang terdekat. Suruh mereka baca, minta tolong untuk menilai naskah kita. Kritik itu perlu supaya naskah kita menjadi lebih baik.

Itu beberapa tips yang dipaparkan oleh Rhein Fathia.

Seusai acara, panitia memberikan kesempatan untuk peserta yang sangat tertarik dengan dunia kepenulisan untuk diskusi eksklusif dengan Rhein di ruangan yang berbeda. What? Di fampletnya ga dicantumin loh sesi diskusi eksklusif ini. Aaaakk~ Kejutan banget!

Saya dan beberapa peserta yang sangat interest langsung mengikuti instruksi panitia. Kita dibawa kesebuah ruangan untuk diskusi. Saat masuk ruangan, udah ada Rhein disana. Masih ga percaya. Satu meja sama Rhein, diskusi langsung, tatap muka langsung, jabatan tangan langsung. Senangnyaaaaaaaaaaa :)

Ternyata oh ternyata! Rhein orangnya asyik banget, low profile, pokonya seru deh. Rhein juga banyak cerita tentang kegiatannya. Dan satu fakta yang baru saya tau. Nama aslinya itu Fathia Syahroni. Rhein itu nama salah satu bintang, karena Rhein pencinta astronomi.

Rhein kasih banyak tips untuk penulis-penulis pemula. Dari mulai menulis sampai menerbitkan buku. Dan apa-apa aja yang harus kita perhatiin saat udah jadi seorang penulis. Ah... pokoknya banyak banget ilmu yang saya dapat dari Rhein Fathia.

Thank you Kak Rhein, love you deh <3

Ini yang ga kalah penting, foto bareng Rhein Fathia! :)


Dan ini karya-karya Rhein Fathia! :)


10 comments:

  1. Wah, asiknya
    Makasi untuk sharing ilmunya mbak :

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mak Esti, semoga bermanfaat :)
      Makasih udah berkunjung ^^

      Delete
  2. asik banget tuh kayanya... jadi pengen.. hehe
    makasih sudah berbagi pengalaman dan ilmunya ya :)

    ReplyDelete
  3. Tengkyu Sharingnya mbak..saya sering banget nulis sambil ngedit...hihihihi...Ketahuan salah ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mak. Iya saya juga masih suka begitu, nulis sambil ngedit hihihi :D

      Delete
  4. Saya lg nungguin novelnya yg di wattpad. Sy fans raka n halya hahahahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, kayaknya bakalan seru novel terbarunya Rhein. Can't wait... :D

      Delete
  5. Asiikkk.....ilmunya mantap nih Mbak Tia. Makasih ya udah diposting..... ;)

    ReplyDelete