13 November 2013

Tanpa Jeda

Salah satu puisi yang pernah saya ikut sertakan dalam kompetisi menulis nasional. Tapi, belum diberi kesempatan untuk lolos hehe. Happy reading! :)



Jingga menemani senja
Adakah yang se-ikhlas itu?
Selalu hadir tanpa kesah
Menyambut matahari kembali ke peraduannya
Dari titik ini aku memandang
Bersama senja

Kejora hadir menyapa
Bersama seuntai senyum bahagia
Menyapa penduduk bumi yang sedang tertidur lelap
Tetapi aku terbangun
Aku menikmati rembulan
Bersama malam

Haru menyambut matahari
Berlapis kesejukan di hati
Tak ingin ku bergegas pergi
Hingga esok dan esok lagi
Ingin tetap disini
Bersama pagi

Hujan pun tak pernah enggan
Memberikan raganya untuk tanah ini
Hingga darinya, kehidupan tak ada kata henti
Menghidupi setiap makhluk bumi

Semangatku membara
Menatap hamparan alam raya
Seperti petani tua
Yang tak putus asa
Menunggu padi merunduk dengan ikhlasnya

Hilir mudik mereka
Dengan bekal apa adanya
Tanpa meminta belas kasihan dari siapa
Ikhlas, kerja keras
Demi keluarga dicinta

Sederhana
Yang membuatnya sangat bermakna
Bagi siapa saja yang singgah disana
Tak mudah lupa akan pesonanya

Tiba pada suatu masa
Ketika aku harus beranjak dari tanah ini
Bagiku
Seperti merangkai kata tanpa makna
Melukis pelangi tanpa warna
Menggoreskan mimpi tanpa asa

Aku yakin
Cinta-Nya untuk Negeri ini tanpa jeda
Tak berhenti sampai disisni

Hingga aku menyadari
Aku mulai terhanyut dalam bisikan angin
Terlelap dalam hangat mentari
Menyatu bersama nyanyian alam
Indonesia-ku

No comments:

Post a Comment