30 December 2012

Berhenti Merasa

"Hidup gue gini-gini banget sih! Semuanya ga adil! Kenapa gini? Kenapa gitu? Bla bla bla"

Pernah menggerutu seperti itu? Merasa hidup ini tidak adil. Merasa hidup kita yang paling menderita. Merasa tak ada yang bisa mengerti keadaan kita. Merasa sudah jatuh tertimpa tangga pula. Merasa ujian tidak berhenti menghampiri. Merasa ujian yang menimpa kita paling berat.

Ujian tak harus selalu berbentuk penderitaan. Handphone baru yang kita miliki, itu adalah ujian. Ujian tak melulu berbentuk musibah. Rangking yang dicapai, itu adalah ujian. Kenikmatan adalah ujian. Karena makna ujian yang sesungguhnya adalah sebagai perantara keimanan kita. Apakah dengan ujian tersebut akan membuat keimanan kita menaik atau sebaliknya.

Allah punya banyak cara dalam memberikan ujian kepada setiap hamba-Nya. Ujian A bisa jadi berat untuk kita tetapi tidak untuk orang lain. Ujian B bisa jadi ringan untuk kita tetapi tidak untuk orang lain. Setiap manusia punya porsi ujian yang sama, hanya bentuknya saja yang berbeda. Jangan pernah mengkhawatirkan ujian yang kita hadapi itu lebih berat dibandingkan orang lain. Allah Maha Adil. Allah tahu mana yang baik untuk setiap hamba-Nya. Berpasangka baiklah terhadap ujian yang Allah berikan. "Sesungguhnya Aku sesuai prasangka hamba-Ku", firman Allah dalam salah-satu ayat-Nya.

Mari belajar untuk berhenti menggerutu. Belajar berhenti merasa diperlakukan tidak adil. Sekali lagi, Allah Maha Adil, itu sudah menjadi sifat-Nya.

No comments:

Post a Comment