5 March 2012

Mengatur Porsi Hidup

Bismillahirrahmaanirrahim..

Kali ini ana hanya ingin berbagi pengalaman yang sedang ana jalani saat ini.
Menapaki tingkat XII sekolah menengah kejuruan, adalah hal yang luar biasa. Segala perubahan dan siklus kehidupan ana rasakan pada tahap ini. Dari mulai kesehatan, sekolah, organisasi, cita-cita, sampai ke dalam hal yang sensitif yaitu 'hati' (#cieee elaaah), dan hal yang sangat penting yaitu 'keimanan'.

Sebagai seseorang yang katanya menuju gerbang kedewasaan, memerlukan mental yang ekstra. Dibilang banyak fikiran? Sepertinya kurang pas kalau disebut begitu, karena yang banyak fikiran itu biasanya para orang tua (hehe :p).

Kalau harus di list semua tugas, tanggung jawab, amanah, kewajiban, baik itu di rumah, sekolah, atau pun organisasi, mungkin ga akan cukup hanya di kertas 1 atau 2 lembar. Yang pasti semuanya mempunyai porsi yang sama yang harus terpenuhi. Kadang saat kegalauan mulai hadir, ingin rasanya menghela nafas sebentar untuk menenangkan hati dan fikiran. Tapi waktu yang ada hanyalah sedikit, sedangkan kewajiban masih menumpuk dan masih banyak yang belum terpenuhi.

Tugas sekolah yang selalu setia berkunjung setiap hari, ujian-ujian sekolah yang tinggal menghitung hari saja, dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya yang ana hadapi saat ini terkadang membuat keimanan ini tidak stabil. Jadi merasa waktu 24 jam itu tidak cukup dalam satu harinya. Butuh pertambahan waktu !!! Yah, disinilah ana dituntut untuk pandai-pandai memanage waktu. 

Terkadang ana memaksakan anggota tubuh ini, termasuk otak untuk bekerja rodi setiap harinya. Bisa dibilang mampu, tapi tetap saja ada dampak kurang baik setelahnya, terutama dalam hal semangat dan kesehatan. Mesin kalau bekerja seiap hari non-stop pasti tidak akan kuat. Begitupun dengan diri ana, ana ga boleh terlalu memforsir atau memaksakan suatu pekerjaan yang mungkin hanya merugikan diri sendiri. Ada kalanya diri ini butuh istirahat, kalau udah mulai fresh lanjutkan lagi aktivitasnya.

Sempat terfikir ingin fokus saja pada tugas-tugas sekolah, ujian-ujian sekolah, masa depan, dan pekerjaan. Tetapi bukankah itu hanya urusan dunia saja? Sedangkan kehidupan yang kekal adalah akhirat. Tidak adil memang kalau dalam setiap harinya ana hanya mengurusi urusan-urusan dunia, sementara urusan-urusan akhirat yang akan menjadi bekal ana terabaikan. Ini ga boleh terjadi! Boleh fokus sama tugas dan ujian sekolah, bahkan harus fokus. Tapi jangan lupa setiap aktivitas yang ana lakukan harus diniatkan semata-mata ibadah kepada Allah. Sehingga urusan dunia berjalan lancar dan akhirat pun terpenuhi. Aamiin

to be continue.....

No comments:

Post a Comment