1 January 2012

Ketika Aku Harus Memilih



Bismillahirrahmanirrahim...

~ Aku perhatikan sebagian orang merasa paling benar dengan agamanya, kemudian aku perhatikan firman Allah [QS. Ali Imran (3) : 19] : "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”. Karena itu aku yakin dan memilih Islam sebagai agamaku.

 ~ Aku perhatikan setiap orang mencari kecerdasan, pegangan hidup dengan petunjuk, hukum buatan manusia. Aku perhatikan firman Allah [QS. Al-Baqarah (2) : 2 dan 269] : “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. Dan “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”. Aku memilih menjadi orang yang dapat berfikir dengan baik, maka ku jadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidupku.

~ Aku perhatikan setiap orang dalam bebas memilih idolanya, mengikuti setiap perilaku idolanya. Aku perhatikan firman Allah [QS. Al-Ahzab (33) : 21] : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Maka aku memilih Rasullullah saw sebagai idola sepanjang masa hidupku.

~ Aku perhatikan semua orang mempunyai kekasih. Mereka ingin sehidup semati dengan kekasihnya. Aku perhatikan firman Allah [QS. An-Nahl (16) : 97] : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Aku memilih amal saleh sebagai kekasihku, karena ia menyertaiku saat aku di akhirat kelak, karena ia yang setia menemaniku sampai kapanpun.

~ Aku perhatikan setiap orang memikili kekayaan, mereka menghargai, menilai dan memelihara kekayaan itu. Lalu aku perhatikan firman Allah [QS. Al-Qhashas (28) : 60] : “Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya,  sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?”. Aku menyadari, semua ini hanyalah titipan, apa yang aku punya akan kembali lagi kepada Allah. Maka aku serahkan semuanya hanya kepada Allah.



~ Aku perhatikan semua orang mempunyai nilai yang dikejar. Harta, pangkat, kemuliaan, dan keturunan.
Semuanya bagiku tidak bernilai. Aku perhatikan firman Allah [QS. Al-Hujarat (49) : 13] : “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. Aku ingin menjadi orang yang mulia. Karena itu, aku memilih taqwa.

~ Aku perhatikan ada orang yang memiliki musuh, seolah-olah musuhnya yang membuat hidupnya tidak tenang dan paling ia benci di dunia ini. Aku perhatikan firman Allah [QS. Fathir (35) : 6] : “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. Aku memilih menjadikan setan sebagai musuhku yang abadi. Dan aku lepaskan permusuhan dengan makhluk yang lain.

~ Aku perhatikan setiap orang bersandar pada makhluk untuk mencari rezekinya. Aku perhatikan Allah
berfirman [QS. Ath-Thalaaq (65) : 3] : “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. Aku memilih bersandar pada Allah saja.

~ Dan akhirnya aku langkahkan kaki dengan pasti untuk menjalani hidup ini, karena aku yakin aku telah memilih jalan yang benar. Jalan yang InsyaAllah diridhoi-Nya.

Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan keimanan kita :)
Wallahu'alam…

No comments:

Post a Comment