12 October 2011

Etika Bercanda


Kadang kita berfikir, bercanda adalah hal yang sepele dan tidak ada undang-undang yang mengatur tentang bercanda. Tapi jangan salah, islam mengatur seluruh aspek kehidupan kita, ternyata bercanda pun ada aturannya.
1.      - Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, sunah Rasul-Nya, atau syi’ar-syi’ar islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan sahabat Nabi saw. yang ahli baca Al-Qur’an yang artinya : “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab : “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah : “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”  Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66)
2.        - Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengandung dusta. Dan hendaknya pecanda tidak ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah saw. bersabda : “Celakalah bagi orang-orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah.” (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani)
3.       - Hendaknya pecandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah seorang diantara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya.” (HR. Ahmad dan Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani)
4.       - Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu. Atau terhadap orang yang tidak bias bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.
5.      -  Hendaknya tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.

Subhanallah ya, islam sampai mengatur hal yang mungkin menurut kita sepele. Bercanda memang sudah menjadi hal yang biasa di kalangan umum, dan dengan bercanda mungkin bisa sedikit mengurangi rasa stress yang seringkali menjumpai kita, dan bisa menghibur orang-orang yang sedang bersedih atau bahasa gaulnya itu galau.
Melanjuti dari artikel tersebut, mungkin kita akan lebih berhati-hati lagi saat kita bercanda, jangan sampai orang yang diajak bercanda oleh kita merasa sakit hati atau malah teraniaya. Dan jangan lupa saling mengingatkan jika kita melihat teman atau saudara kita bercanda yang melampaui batas. Wallahu A’lam.


Sumber : Tim Darul Haq. 2001. Etika Seorang Muslim.  Jakarta: Darul Haq.

No comments:

Post a Comment