6 October 2011

Bila Do'a Belum Dikabul


Do'a merupakan permohonan seorang hamba kepada Khalik-nya (Penciptanya), sebagai bukti bahwa hamba-Nya itu adalah makhluk yang dlaif (lemah). Sesungguhnya Allah swt. akan selalu mengabulkan permintaan hamba-Nya yang berdo’a dengan sungguh-sungguh.
“…Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu...” (QS. Al-Mu’min 40 : 60)
Hanya saja bentuk pengabulan do’a itu bermacam-macam, ada yang cash (kontan) ada juga delayed (tertunda), sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut,
“Tidak ada seorang muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah akan mengabulkannya. Kadang-kadang pengabulannya dipercepat dan kadang ditangguhkan.” (HR. Ahmad dan Hakim)
Secara manusiawi, kita akan merasa sumpek, bahkan putus asa kalau do’a belum dikabulkan. Padahal, kemungkinan besar ini yang terbaik untuk kita. Ingat, ilmu kita sangat terbatas, sementara ilmu Allah swt. Maha Luas.
“…Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal hal itu baik untuk kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu buruk bagi kamu. Dan Allah lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2 : 216)
Bertolak dari bimbingan ayat ini, kita harus berlapang dada kalau do’a belum dikabulkan karena mungkin itulah yang terbaik bagi kita. Jangan putus asa dari rahmat Allah swt. Walau do’a belum terkabulkan, berdo’alah terus, dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik pada kita. Wallahu A’lam.


Sumber : Amirudin, Aam. 2005. Bedah Masalah Kontemporer I. Bandung : Khazanah Intelektual.

No comments:

Post a Comment